For advise call/text

+62853 8716 5556

Kode Etik “Tour Guide”

Sebagai Orangutan Tour Guide yang bekerja disekitar wilayah Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, sebaiknya kita mengetahui keberadaan induk organisasi kita. Himpunan Pramuwisata Indonesia disingkat HPI atau Indonesian Tourist Guide Association (ITGA) adalah organisasi profesi non politik  mandiri yang merupakan wadah tunggal pribadi-pribadi berprofesi  Pramuwisata. Dalam Struktur Organisasinya, Himpunan Pramuwisata Indonesia adalah asosiasi Tingkat Nasional (DPP), Provinsi  (DPD) dan Kabupaten/ Kota (DPC). HPI berfungsi sebagai wadah tunggal Pramuwisata Indonesia dalam rangka  berkomunikasi antar Pramuwisata, Pramuwisata dengan Pemerintah atau Swasta dalam rangka pengembangan dunia Pariwisata Indonesia. Demikian disampaikan Yomie Kamale, Ketua DPD HPI Kalimantan Tengah disela-sela acara Sosialisai Kepengurusan HPI DPD Kalimantan Tengah Periode 2016-2020 beberapa waktu lalu di Tourist Information Center (TIC) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kotawaringin Barat.

Bahwa sudah semestinya Organisasi Profesi memiliki Kode Etik yang membebankan kewajiban dan sekaligus memberikan perlindungan hukum kepada setiap anggotanya dalam menjalankan Profesinya. Pramuwisata sebagai Profesi yang  dalam  menjalankan  profesinya  berada  dibawah perlindungan hukum, undang-undang dan Kode Etik, memiliki kebebasan yang didasarkan kepada kehormatan dan kepribadian Pramuwisata yang berpegang teguh kepada, kejujuran, kecerdasan dan keterbukaan.

Kode etik yang dimaksud, sudah barang tentu merupakan kode etik profesi yang berlaku secara khusus, merupakan kesepakatan bersifat nasional, sebagai penjabaran etika-etika umum yang kemudian disesuaikan dengan kondisi daerah dengan tidak bertentangan dengan etika umum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Oleh karena itu berdasarkan uraian tersebut di atas, HPI DPC Kotawaringin Barat menerbitkan Standar Operasional Prosedur (SOP) khusus mengingat sebagian besar anggotanya bergerak sebagai Pramuwisata Minat Khusus, Ecotour Guide, lebih khusus lagi sebagai Orangutan Tour Guide. Dalam pelaksanaan lapangan, Guide harus lolos sertifikasi Ecotour Guide yang diselenggarakan oleh Lembaga/Badan Sertifikasi Nasional. Dalam memenuhi kebutuhan sertifikasi, melalui DPD HPI Kalimantan Tengah, kami telah mengusulkan pelaksanaan sertifikasi bagi guide, hotel dan agency yang akan dilaksanakan tahun ini, ujar Ahmad Yani, Pengurus DPP HPI Koordinator Wilayah Kalimantan.

Adapun, SOP HPI Cabang Kotawaringin Barat menjabarkan mengenai :

P3K: 1. Setiap Guide memiliki perlengkapan P3K sewaktu bertugas/memandu. 2. Setiap Guide menguasai prosedur keselamatan di air dan darat.

ETIKA:

1. Berpakaian: a. bersih, rapi, wangi dan sopan. b. Bersepatu/sendal trekking dan atributlengkap. c. Memakai atribut HPI (slayer, pin, topi).

2. Etika Memandu a. Pada saat penjemputan tamu wajib membawa sign name, memperkenalkan diri dan team work dengan baik. b. Menguasai salah satu bahasa asing. c. Menguasai dan mampu menjelaskan objek yang dikunjungi dan mengetahui objek-objek wisata Indonesia. d. Antusiasme dan optimisme dalam menjalankan tugas. e. Manjaga nama baik semua pihak. f. Mengikuti aturan Taman Nasional dan adat istiadat. g. Tidak mengkonsumsi alkohol, merokok dan narkoba pada saat memandu serta tidak berjudi.

ADMINISTRASI: 1. Menyatakan diri bergabung dengan HPI. 2. Mengikuti Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang berlaku di HPI. 3. Setiap pemakaian jasa pemandu/guide melalui booking center.

STANDARISASI:  1. Tarif memandu berdasarkan keputusan bersama anggota HPI. 2. Setiap pemandu/guide pernah ikut dan lolos uji kompetensi. 3. Setiap pemandu/guide melengkapi diri dengan perlengkapan keselamatan (kompas, sentar, pisau). 4. Sehat jasmani dan rohani.

KOMUNIKASI:  1. Setiap pemandu/guide wajib memiliki alat komunikasi (radio dan atau telepon selular). 2. Setiap pemandu/guide harus bisa berkomunikasi secara baik dengan team kerja, masyarakat dan pemerintah.

Setiap Pramuwisata harus menjaga citra dan martabat kehormatan Profesi, serta setia dan menjunjung tinggi Kode Etik ini, yang pelaksanaannya diawasi oleh Dewan Kehormatan sebagai suatu lembaga yang eksistensinya telah dan harus diakui setiap anggota Pramuwisata yang berdomisili di wilayah Indonesia, yang pada saat menjalankan Profesi-nya tersirat pengakuan dan kepatuhannya terhadap Kode Etik Pramuwisata yang berlaku.

Dengan demikian Kode Etik Himpunan Pramuwisata Indonesia adalah  sebagai hukum dan acuan internal tertinggi dalam menjalankan Profesi, yang menjamin dan melindungi namun membebankan kewajiban kepada setiap AnggotaHimpunan Pramuwisata Indonesia agar dapat dengan jujur dan bertanggung jawab dalam menjalankan Profesinya baik kepada tamunya,teman sejawat, mitra kerja, masyarakat, agama, bangsa dannegara dan terutama kepada dirinya sendiri.

 

Dikutip dengan penyesuaian dari:

  1. Standar Operasional Prosedur Himpunan Pramuwisata Indonesia Cabang Kab. Kotawaringin Barat – Kalimantan Tengah, 2012
  2. Kode Etik HPI hasil Rakernas XIII, tahun 2014
  3. Hasil Munas AD/ART HPI tahun 2011

 

Related Post

Leave a Comment

1 + 6 =

  1. Reply

    Terimakasih Bang Tanto. Tolong kabari ya kalau bukunya sudah ready. Pesan 2 eks ya. Salam Pariwisata.

    • Sutanto Leo
    • May 25, 2016
    Reply

    Informasi yang bagus dan perlu disosialisakan serta dipatuhi oleh semua guide demi kenyamanan dan keamanan tourists. Selain itu saya mau promo buku segera diterbitkan oleh Gramedia buku berjudul “English for tour guiding services”, pasti bermanfaat bagi para guide dan calon guide.