For advise call/text

+62853 8716 5556

Gebyar Seni dan Promosi TNTP

borneoalase_tntp bazaar_2Baru-baru ini Balai Taman Nasional Tanjung Puting (BTNTP) menyelenggarakan kegiatan promosi wisata yang bertajuk Gelar Seni dan Promosi. Kegiatan yang digelar di lapangan Kantor SPTN III Kumai (Seksi Pengelolaan Taman Nasional) tersebut sontak menarik minat warga sekitar untuk hadir. Tidak luput pula, rekan-rekan Guide yang biasa memandu wisata Orangutan di Tanjung Puting turut menyemarakkan acara tersebut. Berdasar pantauan orangutanapplause.com, banyak pengunjung yang datang dari luar wilayah Kumai-Pangkalan Bun. Banyak pengunjung yang datang dari daerah Sukamara, Seruyan, Lamandau bahkan Palangka Raya. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa keberadaan Orangutan sebagai satwa endemik maskot Tanjung Puting ini telah dikenal luas, bukan hanya wisatawan mancanegara tetapi juga wisatawan nusantara dan warga sekitar Kalimantan.

Dibuka oleh Bupati Kotawaringin Barat
Acara dibuka dengan pergelaran tari daerah, menceritakan tentang kehidupan masyarakat Dayak Kalimantan. Puncak pembukaan acara ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Kotawaringin Barat, Bambang Purwanto, S.ST.,M.H. dengan didampingi beberapa staff Sekretariat Daerah. Selanjutnya, Bupati dan rombongan ditemani oleh Kepala Balai TNTP, Ir. Heru Raharjo, M.P. mengunjungi stan-stan bazaar yang meramaikan Gebyar Seni dan Promosi TNTP. Tampak stan-stan Oranisasi Nirlaba mitra BTNTP seperti FNPF (Friends of National Park Foundation), OFI (Orangutan Foundation International), OFUK (Orangutan Foundation United Kingdom) dan para pelaku wisata seperti Travel Agency, HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia), HKWK (Himpunan Kelotok Wisata Kumai), dan TCA (Tourist Cook Association). Bupati bersama rombongan juga mengunjungi banyak lapak-lapak souvenir, handicraft dan makanan khas Pangkalan bun. Tidak luput dari kunjungan Bupati adalah lapak warung souvenir Borneo Alase.

Gebyar Seni dan promosi Taman nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah

Gebyar Seni dan promosi Taman nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah

Lapak ini menyediakan berbagai macam kaos satwa, terutama orangutan, segala aksesoris dan gantungan kunci yang bertemakan satwaliar dan beberapa hasil kerajinan masyarakat desa. Warung souvenir yang mempunyai gallery di Desa Pasir Panjang tersebut cukup menyita perhatian rombongan dan pengunjung karena mempunyai produk kaos Orangutan yang dilukis langsung pada media kaos. Gelang beruta yang merupakah oleh-oleh khas Kalimantan juga diobral dengan harga yang sangat terjangkau. Acara berlangsung meriah dengan penampilan Indie Band lokal Pangkalan Bun, Afterbreak. Berangkat dari hobby dan kecintaannya pada musik, insan muda yang notabene bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil tersebut berkumpul dan berkaya seni. Itu mengapa group ini menamakan diri Afterbreak. Karya-karya mereka dapat dinikmati secara online di reverbnation. Setidaknya ada 7 lagu yang bisa diunduh secara gratis. Salah satu tembang terbaik yang dibawakan adalah Fading into Grey yang mampu mencengangkan para pengunjung di lapangan parkir Balai TNTP Kumai.

EkoWisata Orangutan di Tanjung Puting
Orangutan adalah maskot dan produk unggulan bagi Taman Nasional Tanjung Puting. Berawal dari penelitian Prof. Birute M.F. Galdikas pada tahun 1971, hingga berdirinya camp-camp pusat penelitian dan rehabilitasi Orangutan lah ekowisata ini berkembang. Dengan menggunakan kelotok, pengunjung dapat menikmati keindahan hutan tropis Kalimantan dan satwa liar yang ada didalamnya. Kelotok adalah sebuah kapal wisata yang dimodifikasi seperti rumah bagi wisatawan untuk menjelajah hutan belantara. Atraksi yang paling digemari adalah saat pemberian makan Orangutan di camp-camp pelepasliaran. Pengunjung akan ditemani oleh seorang Orangutan Tour Guide sehingga kegiatan wisata lebih bermakna dan edukatif. Berdasarkan data BTNTP (Balai Taman Nasional Tanjung Puting), kunjungan wisatawan ke TNTP pada tahun 2015 meliputi Wisman (wisatawan mancanegara) 9.767 orang dan Wisnu (wisatawan nusantara) 2.797 orang , dengan total kunjungan sebnayak 12.564 orang. Jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan tahun sebelumnya, kunjungan ke TNTP mengalami penurunan. Tetapi jika dilihat dari komposisi wisatawan nusantara yang berkunjung, tentu ini merupakan kabar gembira. Sekarang, banyak wisatawan nusantara dari kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Jogjakarta dan beberapa kota di Kalimantan yang berkunjung ke TNTP dan menginap di kelotok. Paket wisata yang paling populer adalah Orangutan Tour 3d2n. Anda cukup tiduran di frontdeck kelotok, sambil menikmati secangkir kopi, anda akan disuguhi keindahan alam hutan tropis, berbagai satwa liar endemik seperti Bekantan, dan berbagai jenis burung Rangkong. Satu lagi, pengalaman tidur di kelotok di tengah hutan mungkin akan menjadi pengalaman menarik yang tidak terlupakan.

Related Post

Leave a Comment

16 − 15 =